sss

(asal ga dilempar aja habis itu)

Sebagai warga yang masih tergolong baru, saya memang belum banyak mengenal tetangga-tetangga yang lain. Beberapa yang sekuat ingatan saya hafalkan adalah petinggi-petinggi yang menentukan kelangsungan, keberadaaan dan eksistensi saya di perumahan itu, seperti ibu RT, ibu Sekretaris RT dan ibu Bendahara RT karena berhubungan dengan iuran sampah, keamanan dan juga tetek bengek lainnya dalam kehidupan bermasyarakat.

Ibu RT yang selanjutnya di sebut sebagai ibu Mawar adalah seorang ibu rumah tangga yang juga berprofesi sebagai wiraswastawati (karena dia perempuan, kalau lelaki kan pasti wiraswastawan, bener kan? ga usah dibahas juga kali yuk).

Suatu sore, ibu Mawar dan dua orang ibu-ibu lainnya berkunjung ke rumah saya, misinya sih mau ngasih undangan posyandu untuk Kika, dan pemberian vitamin A setiap 6 bulan sekali untuk balita.

Setelah mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu, saya pamit ke dapur untuk membuatkan minum, sedangkan ibu Mawar and the gank sedang asyik cekikikan mengomentari Kika yang sibuk dengan kacamata dan buku gambarnya di ruang tengah dengan tampak cuek dan sok cool. Ini nurun siapa?

Obrol punya obrol, selain untuk mengantar undangan posyandu, mereka datang untuk membahas tentang arisan RT yang akan diadakan sebulan sekali. Warga di perumahan saya ini nggak banyak-banyak amat sih, ada 6 blok, setiap blok ada sekitar 46 KK. Perumahan saya ini semacam perumahan yang dibangun secara bertahap, per tahap sekitar 3-4 blok, setelah penuh baru diteuskan blok berikutnya. Yang menjadi kendala, penghuni-penghuni yang dihuni pada tahap pertama, merasa lebih senior dibanding penghuni-penghuni di tahap berikutnya, masih untung kita-kita yang masuk belakangan nggak harus diospek sama mereka. Apesnya lagi penghuni perumahan tahap-tahap awal rata-rata dagunya diganjel sama kayu balok jadi susah buat nenggok bentar, ngasih senyum ke tetangga baru di tahap berikutnya. Akhirnya demi kenyamanan bersama, warga di perumahan tahap yang baru, bikin RT sendiri dan diketuai oleh suami Bu Mawar ini, sorry ya nggak saya sebut Pak Mawar takut ditancepin duri sama bu Mawar.

Bu Mawar menginformasikan kalau arisan RT akan diadakan sebulan sekali, tempatnya menetap di rumah Bu Sekretaris RT, yang kedepannya bakal saya sebut bu Kembang Sepatu … err kok agak belibet yaa, oke diganti deh, bu Melati.

Continue reading


hand-drawn-family-vector_23-2147494190Ayah, Ibu, Kika dan (bakal calon) Adik (yang sedang direncanakan… aamiin)

Terkadang, kehidupan setelah menikah itu serupa drama … drama komedi yang berbau investigasi.

Suatu hari, di minggu pagi yang cerah. Setelah beberapa waktu sebelumnya, udara dingin membuat beku semangat untuk berlari-lari mengejar tukang sayur di pagi hari.

Semua berjalan normal seperti biasa, libur adalah hari golar goler seluruh dunia, apalagi libur di tanggal tua.

Tapi keadaan “normal” itu tidaklah bertahan lama, suasana tiba-tiba berubah mencurigakan, memancing insting detektifku untuk menganalisa, ada apakah gerangan yang terjadi dalam rumah tangga kami sebenarnya.

Baiklah ini mulai lebay … :|

Kecurigaan yang pertama.

Setelah semalam begadang nonton bola, mas suwamik tiba-tiba bangun pagi, habis subuh nggak tidur lagi. Setelah bengong 5 menit di kasur, dia berjalan terhuyung ke toilet, semedi sebentar terus keluar dengan wajah sumringah. Saya yakin volume septictank barusan nambah. Ritual berlanjut ke dapur, membuka kulkas, menenggak segelas es teh, LALU MEMBUANG SAMPAH DAN MENCUCI PIRING SODARA SODARA …. *ngomong pake toa* surprise

Demi bulu hidungnya hercules, mimpi apa dia semalam. Biasanya saya harus memberi ultimatum;

“Kalau sampahnya nggak dibuang, bakal diberantakin lagi nih.”

Dan seingat saya, mas suwamik itu paling males nyuci piring, ketemu sama spons aja dia melengos, kalau bau sabun cuci katanya mendadak dia bisa amnesia.

Aku mulai menganalisa dari fakta-fakta yang ada. Bisa jadi tim sepakbola kesayangannya menang mutlak semalam, oh iya dia penggemar berat MU, kemenangan MU adalah mood booster yang yahud dan bisa berdampak menguntungkan.

Ini kesempatan emas, tanduk langsung tumbuh 4 di kepala, seraya mengingat dimana saja mol yang sedang menggelar sale dan diskon.

Continue reading


Semua kejadian tentunya sudah dirancang dengan begitu rupa oleh Tuhan, pun pertemuan saya dengan Bu Rahma. Ibu Rahma Faradilla, adalah ketua yayasan Panti Asuhan Ar Rifdah yang berlokasi di Pedurungan, Semarang Timur.

Dan perkenalan saya dengan Bu Rahma beberapa waktu lalu, rupanya juga skenario dari Tuhan agar saya memberanikan diri untuk ikut serta lomba blognya Emak Gaoel ini, meskipun syarat dan deadlinenya lebih kejam dari ibukota. Kebiasaan saya untuk sok-sokan jadi wartawan karbitan yang kebanyakan nanya ini itu, akhirnya berguna juga, setelah ngubek-ngubek file di laptop mencari data dan foto yang ndilalah juga ada, sesuai persyaratan lomba, saya memutuskan untuk menulis postingan ini.

Saya mengenal Ar Rifdah sewaktu saya berdomisili di Semarang, di bulan Ramadhan 2 tahun yang lalu, dari komunitas @smgberbagi, pertama kali dicolek mas @muslimax di twitter untuk ikut bergabung di komunitas ini.

Continue reading


Hallo anakku sayang,

Ini adalah Ramadan hari ke-3 di tahun 2014. Dua tahun yang lalu, di bulan yang sama, Ibu dan Ayah tercenung saking bungahnya hati saat mengetahui ada janin yang sedang tumbuh di dalam perut Ibu, iya itu kamu Nak. Setelah penantian kami yang cukup panjang (tapi nggak pake lama, nanti dikira Coki-coki).

Sekarang kamu sudah bertumbuh menjadi bocah kecil yang sehat, menyenangkan, aktif dan juga cerdas… Alhamdulillah. Kamu juga sudah mulai berjalan kesana kemari, dan ngoceh ini itu.

Nanti jika kamu sudah mulai berpuasa, jadikan puasa ini ibadah yang penuh cinta, bukan hanya kepada Tuhan Kita tapi kepada sesama. Jangan pernah meminta banyak privilege ketika berpuasa, bagi Ibu, puasa dengan banyak pemakluman seperti ujian tapi pake joki. Nggak asyik Ka, yakin deh sama Ibu.

Continue reading


ultah

Kemarin, anak perempuan saya genap berumur 1 tahun. Tidak ada perayaan yang heboh, tidak ada pesta yang mengundang ratusan tamu, selain memang ga minat bikin pesta begitu, sayang juga duitnya *teteup*

Semenjak hamil, saya berkomitmen sama diri saya sendiri dan suami, tidak akan memanjakan Kika dengan pesta-pesta berlebihan di hari ulang tahunnya. Hari ulang tahun esensinya bukan pesta, tapi intropeksi diri, telah berbuat apa setahun kemarin, dan akan berbuat apa setahun kedepan agar hidup berjalan lebih baik dari segala sisi *benerin sorban* *serius amat sik ini*

Continue reading


Ngomongin soal cita-cita,

Sayang sekali, dulu saya sedikit terlambat kenalan sama Susan. Alhasil saya nggak pernah bercita-cita jadi dokter, tapi ada untungnya juga sih, nggak kebayang kalau musti enjus-enjus orang lewat, apa nggak digamparin tuh sama orang-orang?

Pertama kali punya cita-cita, saya ingat banget saat itu saya belum sekolah, masih unyu dan polos gitu. Sama sih sekarang juga masih unyu, cuma agak kusem dikit, kelamaan dijemur lupa diangkat. Dikira kaos dalem apa.

Entahlah, mungkin jaman saya kecil belum model ilmu parenting yang segambreng kayak sekarang ini, jangankan milis khusus ibu-ibu, kenal sama komputer juga kagak. Posyandu saja adanya 2 bulan sekali di kelurahan. Jadi jangan disalahkan juga ketika mindset saya waktu itu, nanti belajar yang rajin, sekolah yang bener, lulus, nyari duit biar gampang. Ujung-ujung dari segala proses adalah nyari duit yang banyak.

Continue reading


Ada anak bertanya pada bapaknya ….

Sedari kecil, rupanya bakat tidak bisa menahan lapar itu sudah tumbuh dan terpupuk dengan baik.

Rute sekolah yang kulewati saya lewati tiap hari, mengharuskan saya naik bis atau angkot semacam L-300 untuk mencapai sekolah yang berada di Kota Kabupaten. Sedangkan rumah saya terletak di pemukiman mewah (mepet sawah). Jadi setiap hari saya harus diantar oleh bapak, atau menggunakan sepeda onthel untuk mencapai jalan yang dilewati rute bis.

Hari itu saya janjian sama bapak, nanti siang bapak menjemput saya di gang arah desa saya. Lumayanlah, kempol jadi selamat dari kewajiban nggenjot onthel sekitar 3 km lebih.

Jam setengah 2 siang, setelah turun dari bis, celingukan mencari bapak yang sudah duduk manis di atas motor, di bawah pohon rindang yang sekarang ternyata sudah ditebang, katanya menghalangi jalan. Padahal itu pohon numbuhnya di tepi jalan lho. Heran kan?

Baiklah, kembali ke bapak saya,

Setelah bapak saya meyalakan motor bebeknya, saya langsung naik dengan muka setengah ngantuk setengah lapar. Maklum uang saku ngepas, sedangkan porsi makan sedikit di atas rata-rata. Motor mulai berjalan pelan, tidak langsung ke arah pulang, tapi bapak berbelok ke arah pom bensin terdekat.

“Nduk, Bapak isi bensin dulu ya, udah tipis ini.”

“Iya.” Jawab saya pendek.

Continue reading


2012-09-29 14.07.17akhirnyaa  … gantung helm kakaak :D

Desember ini penuh dengan lompatan yang menakjubkan untuk saya.

Setelah beberapa waktu dipikirkan, bolak balik diomongin, pas mau tidur, bangun tidur, mau makan, habis makan, mau mandi #eh :|

Pokoknya udah jadi trending topic gitu bahasa socmed-nya.

Suwamik bolak balik juga nanya ke saya,

“Yakin?”

Saya balik nanya,

“Kamu, yakin nggak?”

“Malah balik nanya …”

“Hla … daripada aku balik badan.”

“…..^%^**^*&”

Bismillah, akhirnya saya memutuskan untuk pensiun dari dunia besi, beton dan teman-temannya.

Continue reading


Bangun_Dong_Lupus1Asyik Kika sudah mulai MPASI !

Kayaknya baru kemarin elus-elus perut gendut, sekarang sudah mau 8 bulan saja si uwuwuwu ini, sudah hampir dua bulan MPASI dengan menu pertama pure buah alpukat dan doyan dong aah, siapa dulu dong emaknya thumbs up

Errr … iya sih, siapa dulu emaknya, kok jadinya nyosor gitu tiap kali liat sendok :|

Sekarang sih sudah nyoba bubur beras merah, buah pepaya, apel, pier bahkan mangga, sampai dsa-nya kaget-kaget.

“untung ga mencret deh bu.”  *jitak emaknya*

Biarpun muka kece Kika kata orang turunan ayahnya, tapi kelakuan Kika banyak juga yang nurun dari emaknya  …. duh moga-moga yang minus-minus nggak nurun ya *berdoa beneran* praying

Sekarang Kika lagi susah bener bangun pagi, kalau digangguin pagi hari cuma ngulat ngulet aja kayak uler keket, matanya masih merem. Kalau gangguan semakin ditingkatkan frekwensinya, paling dia nangis tapi tetep masih sambil merem dong, miapah!

IMG-20131113-01248ini posisi ngulet ke-sekian di pagi hari

Continue reading


Typo_cms_logoDalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, saya sering mondar-mandir Solo – Semarang dengan menggunakan moda transportasi Travel maupun bus umum. Bukan, saya ndak banting stir jadi sopir angkutan antar kota dalam propinsi, singkirkan sangkaan itu dari benak anda, singkirkan …

Saat itu hari jumat sore, saya sudah duduk manis di ruang tunggu travel untuk menanti pemberangkatan ke Solo. Karena waktu masih kurang setengah jam, saya mengeluarkan buku bacaan dan camilan lalu mulai mencari posisi enak di deretan kursi-kursi kayu yang berjajar di ruang tunggu.

Selagi saya duduk, baru beberapa menit, ada seorang pemuda datang dengan muka bersemu merah, dan setengah terburu-buru meletakkan tas ransel.

“Mbak yang ke solo jam setengah 4 sudah berangkat ya?”

Saya melirik pergelangan tangan kiri saya, jam baru menunjuk ke angka 3.

“Belum, masih setengah jam lagi.”

Continue reading