Oh iya, Semarang panas hari ini.

Sedari pagi matahari udah genit banget bagi-bagi sinarnya, nyorot sana nyorot sini semua – semuanya disorotin persis kayak kamera acara gossip. Pagi tadi, berhubung coco krunch di rumah habis akhirnya kami berdua (aku dan suami-red) mampir ke warung soto boyolali yang ga begitu jauh dari kantorku. Makan soto, teh anget dan tempe garit berapa coba? Hoyaaa cukup 8 ribu.

Sampai kantor, ada ibu-ibu arisan yang ramenya saingan sama demo buruh.

Continue reading


Tukang Parkir setengah baya itu melangkah terburu dengan langkah lebar, menepi  ke bagian tembok pembatas mol lalu terdiam sesaat. Mukanya semakin penat saja kelihatannya, mantel hujan yang dikenakannya sudah lusuh layu tersiram air hujan yang tidak pernah berhenti, bercampur debu yang setiap hari digumuli dari lubang knalpot beratus-ratus kendaraan bermotor yang setiap hari menghampiri.

Beberapa menit lalu, saya sedang berjalan dengan beberapa teman, bergerak mengisi perut karena terlambat menghampiri kantin dan menemukan dagangan sudah ludes dan tak bersisa. Selesai makan, kemudian membayar, waktu yang terus berjalan membuat kami mengurungkan niat untuk sekedar berjalan – jalan dan mencuci mata.

Continue reading


Selamat Pagiiii … :D

warning, ini postingan narsis sekeluarga :mrgreen:

Saya ini anak desa lho, :mrgreen:   lahir besar di dusun, bahkan sempat merasakan hidup tanpa aliran listrik dari PLN, menggunakan dimar ¹)  yang dinyalakan setiap sore hari dan dimatikan menjelang tidur, hanya disisakan di teras depan sebagai penerangan di malam hari. Alhamdulillah, keadaan itu saya alami tidak begitu lama, menjelang usia sekolah, PLN sudah membuat jaringan listrik di daerah kami.

Sekarang, keadaan sudah banyak berubah. Jalan-jalan sudah dibangun, jembatan melintasi sungai Bengawan Solo yang memisahkan daerah kami dengan kota Surakarta sudah dibangun oleh pemerintah.

Banyak yang saya rindukan jika lama tidak pulang ke desa, Bapak dan Ibu tentunya, selain itu suasana yang dari dulu tidak pernah berubah. Saudara yang tersebar berdekatan di sekitar rumah, sawah-sawah menghijau yang siap dipanen, buah-buahan yang bisa dipetik langsung dari pohonnya. Bapak memang hobi bertanam apa saja, mulai dari tanaman sayur hingga tanaman keras semacam jati dan sengon, sedangkan ibu dan kakak saya lebih suka menanam tanaman hias.

Continue reading