Selamat Pagiiii …
warning, ini postingan narsis sekeluarga
Saya ini anak desa lho,
lahir besar di dusun, bahkan sempat merasakan hidup tanpa aliran listrik dari PLN, menggunakan dimar ¹) yang dinyalakan setiap sore hari dan dimatikan menjelang tidur, hanya disisakan di teras depan sebagai penerangan di malam hari. Alhamdulillah, keadaan itu saya alami tidak begitu lama, menjelang usia sekolah, PLN sudah membuat jaringan listrik di daerah kami.
Sekarang, keadaan sudah banyak berubah. Jalan-jalan sudah dibangun, jembatan melintasi sungai Bengawan Solo yang memisahkan daerah kami dengan kota Surakarta sudah dibangun oleh pemerintah.
Banyak yang saya rindukan jika lama tidak pulang ke desa, Bapak dan Ibu tentunya, selain itu suasana yang dari dulu tidak pernah berubah. Saudara yang tersebar berdekatan di sekitar rumah, sawah-sawah menghijau yang siap dipanen, buah-buahan yang bisa dipetik langsung dari pohonnya. Bapak memang hobi bertanam apa saja, mulai dari tanaman sayur hingga tanaman keras semacam jati dan sengon, sedangkan ibu dan kakak saya lebih suka menanam tanaman hias.
Continue reading